Senin, 03 September 2012

Peanut and Cholesterol


It is said that peanut can cause us to be fat, increase our cholesterol level, and also triggering acne Is it right?
The fact, it was happened to my self. A few years a go my cholesterol level is more than 200 mg/dL. I was so shock about it. I’m not fat, so what made my cholesterol level being so high?
After that I began to stop consuming Bakso (meat ball). It was so hard because bakso is my favorite food. Beside that I also begin to consume peanut and another legumes. They said I was crazy! They thought consuming peanut can increase my cholesterol level rapidly. But they were wrong. A few months later I checked my cholesterol level again and getting it lower than before.
How could it be?
Before, we should know about LDL and HDL.
LDL - Low Density Lipoprotein is well known as Bad Cholesterol. When cholesterol that is used in the body's cells has been sufficed, the cells will not receive cholesterol again, so the levels of LDL cholesterol in the blood begin increase and store excess of cholesterol in the artery wall. It cause blockage of blood flow in to heart and brain.
HDL - High Density Lipoprotein, is known as Good Cholesterol. HDL removes cholesterol excess in the blood to the liver for disposal.

Fat in peanuts are unsaturated fats that actually benefit to our body. Peanuts contain Omega 3 which are polyunsaturated fats and Omega 9 which is a monounsaturated fat. 1 ons peanuts are contained 18 grams and 17 grams of Omega 3 Omega 9.
Polyunsaturated fats can decrease total cholesterol. They are found in corn oil and soybean oil.
Monounsaturated
fats are the best fats, because they can reduce LDL (Low Density Lipoprotein) and increase HDL (High Density Lipoprotein). They are found in peanut oil, fish and vegetables.

http://yasainoyousei.jp/movie/character/index.html
But of course it is depended on the way we cook that peanut. Frying it with cooking oil can increase the level of LDL that can increase our cholesterol level.

Bottle Trash

Garbage is not something strange to us. It seems like we wouldn’t be able to live without leaving garbage. The problem is that we often leave garbage that can be dangerous for the environment, and also harmful to humans and other living things.

One day I saw a student using a former bottle of mineral water that has been worn many times in days. Looks like she did it on the orders of senior in college, because that time was the new student orientation. I guess her seniors still didn’t know the dangers of using beverage bottles repeatedly.

I'm sure we have become familiar with a variety of plastic, such as plastic bags, plastic plates, plastic bottles, and others. But may be you never notice the logos that always be included on that bottles. It isn’t just a decoration, there is a message that the user should aware so that they can use that plastic wisely.



In the mineral water bottle, if we look at the bottom of the bottle there is a triangle sign with the number 1 in it. At the bottom of triangle, it is usually inscribed with PETE or PET (polyethylene terephthalate). It is used for plastic bottles as bottled mineral water and almost all other bottled beverages. BOTTLE TYPE PET / PETE is recommended only disposable. If it is too often used, especially when it is used to keep warm and hot water, it will cause the polymer layer on the bottle being melt and can cause cancer  (carcinogenic) in the long run.

So, it's better for us to avoid using mineral water bottle over and over, unless we can reuse it to be filled with oil or another things that are not directly consumed by human.

Remember! It's better to prevent than cure

Kamis, 30 Agustus 2012

My Holiday

Ramadhan kemarin full kujalani di Surabaya. AlhamduliLlah masih sempat berbuka puasa terakhir di rumah!!! ooo masakah rumaaahhhh bukan hidangan istimewa sih, tapi selalu terasa istimewa ^_^

Ba'da ashar brangkat dari Surabaya, menuju kampung halaman. Niat hati ingin mencari jalan alternatif lain yang belum pernah kulewati, eehhh malah nyasar masuk gang2 kecil. Nyaris putus asa akan berhasil nyampek rumah saat jalanan masih terang benderang, tapi alhamduliLlah aq bertemu deretan bak sampah yang kukenali. ITU BANK SAMPAH MADURAN BERSATUnya PKPU!!!!! senangnyaaaaa.... kalo jalan ini sih aq tauuu
Bank Sampah Maduran Bersatu Gresik

Hikmah : AlhamduliLlah bumi itu bulat, disangkanya mau tersesat, ternyata malah nemu jalan yang lebih cepat...

Esoknya, hari raya Idul Fitri!!! berangkat pagi umun2 dari rumah, jalan kaki menuju lapangan tempat solat ied diselenggarakan. Sebenarnya ada masjid terdekat juga sih yang menyelenggarakan, tapi pengin dapet keutamaan dengan berjalan kaki ke lokasi yg lebh jauh, dan jama'ahnya lebih banyak.
Ramainya jama'ah berbondong2 sholad ied

SubhanaLlah, tahun ini jama'ahnya banyak! Hikmah bersatunya pendapat penetapan hari pelaksanaan iedul fitri.




Seperti biasa, agenda tiap lebaran adalah.... REUNIAN''''''. Baru kali ni aq gak ketinggalan berita, hehe. Biasanya taunya pas acaranya dah slesai :(

Mendadak jadi tukang sate

Some of them... satu persatu jumlahnya selalu berkurang tiap tahun

Habis itu menghabiskan waktu bersama keponakan ke pantai Delegan Gresik. Soalnya di Paciran pantainya berkarang, g aman bwt keponakan2q
maen layangan, padahal dah robek2 tapi tetep bisa tinggi

maunya nyemplungin si encik ke laut, ternyata pegangannya tambah erat, hehe. Dia takut ombak
sejak ketemu si Encik, nama sebenarnya sih Asiyah :D, aq merasa dia mirip seseorang. Lalu aq keingetan suster Avit. Bagaimana? mirip gak?

Esoknya nemenin Rina maen ke WBL. Tapi intip dari jembatan thok, gak pake masuk!

nganterin calon manten ke Bank Muamalat Lamongan ngurus uangnya yang hilang.

My First Pict for my Violet Supra <3 font="font">

Besoknya... rumah jadi repot banget, tapi seneng karena banyak makanan. Cuma sedihnya si Encik sama Kakak dan Abangnya, dan tentu saja sama mbak dan kakak iparq, harus balik ke Bogor.




Pas mau balik ke Sby, liatin penanggalan terus. Koq habis ini jarang ada liburannya ya? Sekarang liburan terus yang dipikirin, hehe. Ayo kembali berkarya untuk Ummat!!! halah gayanya...

AlhamduliLlah masih diberi kesempatan untuk berbahagia di hari raya. Mudah2an juga bisa membahagiakan orang lain, yang banyakkkk.... aamiin

Senin, 13 Agustus 2012

Hijrah

Ubek2 tulisan lawas, nemu artikel yang belum sempat tak publish ini. Semoga layak untuk dibaca dan bermanfaat.. *_~ check it out!

Be your self!
Kalimat itu menyemangati kemerdekaan seseorang untuk menjadi dirinya sendiri. Tak perlu lagi ia khawatirkan apa maunya orang pada dirinya. Just the way you are! Kata Bruno Mars.
Namun, terkadang ditemukan dalam ruang terdekat interaksi kita, ada orang-orang yang mengharapkan sesuatu yang tidak ada dalam diri kita. Istilahnya, Nggak kita banget gitu loh!.
Adakalanya kita sebal. Mengapa mereka tidak membiarkan saja kita seperti apa adanya, mengapa mereka terlalu banyak menuntut? Lalu dengan dramatis kita mengatakan kepada mereka,”Terimalah daku apa adanya!”.

Akan tetapi, hidup di tengah kehidupan sosial mengharuskan seseorang dapat melihat dari sisi orang lain. Keegoan diri akan dapat menimbulkan masalah-masalah kecil dalam interaksi yang diharapkan harmonis. Adakalanya kita harus berubah. Bukan untuk mereka yang menuntut kita begini – begitu, tapi untuk diri kita sendiri. Barangkali dengan potensi kita yang sekarang kita hanya bisa mendaki bukit, namun dengan melakukan sedikit perubahan atau pengembangan pada diri kita ternyata kita sanggup mencapai puncak gunung tertinggi.

Anda mungkin mengenal cerita-cerita ini,

Seorang pria biasa dari Jepang, Kotaro Minami, seatu ketika merubah dirinya menjadi Ksatria Baja Hitam. Setelah itu  ia berhasil mengalahkan monster-monster yang mengganggu kota.
jagoan masa kecilq >.<

Seorang wartawan di sebuah kota bernama Smallville merubah dirinya menjadi Superman, dan kemudian ia berhasil mencegah bumi dikuasai oleh makhluk jahat dari luar angkasa.
ganteng yahh... hehe

Hehe, bukan berarti kita juga harus berubah menjadi manusia-manusia super versi khayalan anak-anak itu. Namun satu pelajaran yang dapat diambil barangkali adalah bahwa terkadang kita butuh melakukan suatu perubahan pada diri kita agar dapat melakukan sesuatu yang lebih hebat dalam hidup ini. Misalnya, seorang pemalas yang miskin tiba-tiba ingin menjadi orang kaya. Secara nalar, hal itu hanya akan menjadi mimpi si miskin kecuali dia mau berjuang untuk mencapainya. Barangkali ia akan bekerja keras mencari uang, mencuri, atau menikah dengan orang yang kaya raya. Yang jelas mimpinya itu tidak akan dengan mudah diwujudkan jika ia hanya pasrah menunggu takdir dan bermalas-malasan.

Dalam kehidupan nyata, kita mengenal banyak entrepreneur muda yang atas izin Allah mampu menjadi sukses karena mereka mau berubah. Seorang Ipho Santosa yang dulu tidak pandai berkomunikasi kini menjadi inspirator sukses yang mengisi banyak seminar di Indonesia. Bob Sadino, pelopor ternak ayam impor di Indonesia, berhasil menggapai kesuksesannya setelah ia berani memilih keluar dari pekerjaannya sebagai pegawai. 

Perubahan dapat menjadikan yang miskin jadi kaya, yang bodoh jadi pandai, yang nakal jadi sholeh. Namun perubahan juga bisa menimbulkan efek sebaliknya, yang kaya jadi miskin, yang pandai jadi bodoh, yang soleh jadi nakal. Sebagaimana cerita tentang seorang pemalas yang miskin tadi, bisa jadi ia akan berjuang mewujudkan mimpinya dengan cara yang halal seperti yang dilakukan Ipho atau Bob Sadino, atau justru memilih jalur kriminal atau yang berbau syirik. 

Maka agar tidak menjadi multipersepsi dan sudut pandang kita menjadi sama tentang perubahan yang benar-benar kita inginkan, yaitu perubahan yang positif, maka perkenankan saya memperkenalkan istilah ‘Hijrah’ untuk menggantikan kata ‘perubahan’. Sebagaimana Rosulullah saw hijrah dari Mekah menuju Madinah untuk memperlancar dakwah islam, atau hijrahnya seorang pembunuh yang telah membunuh 100 nyawa menuju tempat yang lebih sholeh untuk bertaubat, maka kita juga butuh hijrah meninggalkan keburukan-keburukan kita untuk menuju pribadi yang lebih sholih dan bermutu. 

Umar bin Khotthob r.a. sebelum masuk islam adalah seorang jahiliyah yang amat keras memusuhi Rasulullah saw dan para pengikutnya. Beliau r.a juga pernah mengubur hidup-hidup anak perempuannya. Namun ketika hidayah Allah menyapa, Ia berubah menjadi orang yang sangat mencintai Rasulullah saw, kelembutan hatinya tak dapat diragukan, kedermawanannya bahkan hanya dapat dikalahkan oleh Abubakar r.a. Meskipun demikian, kepribadian beliau yang keras itu tak begitu saja hilang dari dirinya. Dikisahkan, bahkan jin dan syaitan pun takut ketika mendengar langkah kakinya mendekat, saking kerasnya beliau terhadap para musuh Allah.

Cukup satu kisah Umar untuk menggambarkan bagaimana perubahan itu seharusnya. Taubatan nasuhah membawanya meninggalkan segala perilaku jahiliyah dan beralih kepada akhlaqul karimah. Akan tetapi sifat keras yang menjadi ciri khasnya tetap tidak memudar. Ahli Syurga itu telah berhasil mengolah sifat yang dulu begitu kejam terhadap kaum muslimin menjadi sebuah kekuatan  untuk melindungi  Nabi saw dan kaum muslimin saat itu dari kedholiman kafir Quraisy yang gencar melakukan aniaya dan tipu muslihat.

Maka mulailah memilah dan muhasabah. Dalam keheningan 1/3 malam, dalam sujud yang panjang, ketika yang ada hanyalah engkau dan Allah Yang Maha Penyayang. Bermohonlah pada Ia Yang Maha Tahu untuk membukakan segala keburukanmu. Tak perlu malu akan ada orang yang mencemoohmu, karena hanya engkau dan Allah yang tahu. Lalu mintalah Ia Yang Maha Pemaaf agar berkenan mengampunkan segala keburukan itu dan berazzamlah untuk bertaubat dan menjadi pribadi yang baru, bermutu, dicintai oleh Allah.

''Hendaklah setiap diri memperhatikan (melakukan introspeksi) tentang apa-apa yang telah diperbuatnya untuk menghadapi hari esok (alam akhirat) dan bertakwalah, sesungguhnya Allah Maha Tahu dengan apa yang kamu perbuatkan''. (QS. Al-Hasyar: 18)

Selasa, 07 Agustus 2012

a Story about Father (Semoga ia sehat wal afiyat di rumah)


Membaca edisi spesial Tarbawi tentang Ayah, dipinjamkan oleh mbak Tiwi yang baik hati ^_^, membuncahkan rasa hati untuk pulang ke rumah dan memeluk sesosok yang biasa q panggil ‘Bapak’ itu. Meskipun aq sangsi akan bisa melakukannya, sebab Bapak tak biasa mengungkapkan cinta model film India semacam itu. Nampak tak romantis, namun ketika aq mulai memahami diamnya, terangkum sejuta makna tak terbahasakan melebihi puisi2 romantis yang pernah kudengar. 
Bapak, semoga Allah memuliakanmu.

Man, mengungkapkan sesuatu dengan tindakan. Woman, menyampaikannya dengan perkataan. Katanya begitu :)

Kadangkala menjadi so sweet ketika beliau tiba2 melakukan sesuatu yang tak pernah dikatakannya. Kami pikir beliau tak peduli, namun ternyata beliau menunjukkan kepeduliannya dengan melakukan sesuatu yang di luar pemikiran kami. Sebenarnya mau menangis saja kalau tahu betapa beliau care, tapi di depannya aq tak berani uraikan air mata. Sedangkan beliau sendiri sangat anti untuk mengumbar emosi, itu yang aq simpulkan dari sedikit pengetahuanq tentangnya.
Mungkin sekali-sekali aq perlu untuk tidak usah jaim dengan perasaanq di depannya.


I love you Bapak

ini bukan poto Bapak, ini Bapaknya keponakan2q alias kakak iparq ^_^

Senin, 30 Juli 2012

Ending


Kullu nafsin dzaa-iqotul maut. Setiap jiwa akan merasakan kematian
akan berakhir seperti apakah kita? 

Alangkah merugi, jika di masa terakhir hidup ini yang terucap bukanlah kalimah thoyyibah, jika di penghujung perpisahan jasad dari raga ternyata kita tidak dalam keadaan beriman, jika pada masa yang tak mampu ditawar-tawar itu amalan2 yang pernah kita lakukan terhapus dan tertolak..

tidak ada yang tahu apakah kita akan mati dalam keadaan beriman
Ya Allah, sungguh aq tidak tahu apa yang akan terjadi esok, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran diri.

Robbanaa Laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaytana.. wa hablanaa min ladunka rohmah, innaka anta Al Wahhab 

Aku bersyukur hari ini masih dapat menghirup udaraMu, aku bersyukur masih berkesempatan menambah amalanq, aku bersyukur masih diberi kesempatan untuk bertaubat, meminta maaf pada hamba2mu, berbuat sesuatu untuk dunia, mohon bimbinganMu Ya Robb.

maka pilihlah :
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. (Yaitu) Orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS: Ali Imron: 133-134)

atau
 
"(Demikianlah keadaan orang-orang kafir), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Rabbi kembalikan aku ke dunia. Agar aku berbuat amal sholeh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan". [Al Mukminun: 99-100]



karena kita tidak tahu kapan akan tiba giliran kita   .



Minggu, 15 Juli 2012

Prayer

Baru – baru ini aq sedang sibuk berdo’a. Ada sesuatu yang begitu ingin aq selesaikan segera. Sesegera mungkin! Lalu aku tahu hanya Allah yang dapat membantuku, maka aq berdo’a, lebih sering dari biasanya.

Namun ada yang membuatku tersentak dan malu. Malam itu aq membaca sejarah perjuangan sang Tauladan abadi, RasuluLlah saw. Sampai pada bab di mana RasuluLlah mencoba berdakwah ke Thaif sepeninggal dua sosok terkasihnya, Khadijah ra dan pamannya Abu Tholib. Saat itu bukan sambutan hangat yang diterima Rosul dari kaum Thaif, melainkan suatu penolakan dan perlakuan kasar. Hingga suatu ketika beliau bernaung di sebuah kebun milik Utbah bin Robi’ah untuk berlindung dari lemparan batu kaum Thaif. Saat itu Beliau berdo’a :

“Ya, Allah kepada-Mu aku mengadukan kelemahanku kurangnya kesanggupanku, dan kerendahan diriku berhadapan dengan manusia. Wahai Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Engkaulah Pelindung bagi si lemah dan Engkau jualah pelindungku! Kepada siapa diriku hendak Engkau serahkan? Kepada orang jauh yang berwajah suram terhadapku, ataukah kepada musuh yang akan menguasai diriku? Jika Engkau tidak murka kepadaku, maka semua itu tak kuhiraukan, karena sungguh besar nikmat yang telah Engkau limpahkan kepadaku. Aku berlindung pada sinar cahaya wajah-Mu, yang menerangi kegelapan dan mendatangkan kebajikan di dunia dan di akherat dari murka-Mu yang hendak Engkau turunkan dan mempersalahkan diriku. Engkau berkenan. Sungguh tiada daya dan kekuatan apa pun selain atas perkenan-Mu.”


Aq terhenti membaca sirohnya, mengulang2 membaca do’a yang beliau panjatkan. Betapa luhurnya beliau, betapa santunnya beliau, betapa tawadhu’. Perhatikanlah beberapa adab berdo’a yang kupelajari secara langsung dari beliau saw. :
  1. “Ya Allah kepada-Mu aku mengadukan kelemahanku kurangnya kesanggupanku, dan kerendahan diriku berhadapan dengan manusia”. Kalimat itu menunjukkan kerendahan hati sosok mulia itu, pengakuan bahwa dirinya lemah di hadapan Sang Pemilik Kekuatan.
  2. “Wahai Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Engkaulah Pelindung bagi si lemah dan Engkau jualah pelindungku!” Adalah sebuah pujian dan pengagungan asma Allah, yaitu kepada siapa RosuluLlah meminta.
  3. “Jika Engkau tidak murka kepadaku, maka semua itu tak kuhiraukan, karena sungguh besar nikmat yang telah Engkau limpahkan kepadaku”. Menunjukkan kepasrahan dan kesyukuran atas segala yang Allah kehendaki, karena sesungguhnya hanya Allah lah Yang Maha Berkehendak, dan hanya Allah Yang Maha Tahu apa yang terbaik bagi hambaNya.
  4. “Aku berlindung pada sinar cahaya wajah-Mu, yang menerangi kegelapan dan mendatangkan kebajikan di dunia dan di akherat dari murka-Mu yang hendak Engkau turunkan dan mempersalahkan diriku. Engkau berkenan”. Menunjukkan rasa takut pada Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu
  5. Dan diakhiri kembali dengan pengakuan kelemahan diri, "Sungguh tiada daya dan kekuatan apa pun selain atas perkenan-Mu."

Tentu kita tahu bahwa RosuluLlah adalah seorang yang apabila berdo’a tentu akan Allah kabulkan do’anya, namun Beliau tetap tawadhu’ dengan kelemahan dirinya di hadapan Allah Ta’ala.

What about me?
Tiap kali berdo’a selalu berharap agar do’aq segera diijabah kontan! Kalau perlu pake bunga!!! Selalu lupa bahwasanya Allah telah memberikan begitu banyak karunia yang jika ditukar dengan segala amalanq tentu akan membuatku berhutang. Dan parahnya, aq selalu mengharapkan do’aq segera diijabah sedangkan aq tidak juga bersegera memenuhi kewajibanq sebagai hambanya, tidak bersegera bertaubat, tidak bersegera beramal kebaikan, astaghfiruLlahal’Adziem.

Begitu sombong
Yang aq rasakan pada diriq setelah itu adalah kesombongan. Ibaratnya seorang budak yang ingin agar tuannya memenuhi segala kebutuhannya sedangkan dirinya tidak bersegera menunaikan kewajibannya sebagai budak, tidak menjaga nama baik tuannya, tidak berbaik prasangka, tidak berterima kasih, tidak memuji, bahkan tidak takut kalau sewaktu-waktu dia akan dihukum sedangkan tidak ada seorangpun yang dapat menolongnya. Padahal dia tahu bahwa tuannya adalah seorang yang baik dan adil tiada tara, namun dapat mengeluarkan murkanya kapan saja jika dia bersalah.

Semoga tidak banyak orang yang seperti aq, mudah-mudahan hanya aq orang yang tidak tahu sopan santun ketika meminta sesuatu kepada Dzat Yang Maha Berkehendak. Mudah-mudahan. Dan saat ini satu-satunya orang itu sedang belajar untuk menjadi budak yang baik. Karena saya tidak ada apa-apanya jika tanpa perlindungan-Nya.
Ihdinashiroothol mustaqiem

Lalu, mengapa do’a tidak segera dikabulkan?
Sebagai tambahan, saya merasa perlu untuk menyampaikan pendapat saya tentang ini. Mengapa do’a qt tidak segera dikabulkan? Bukankan Allah berfirman : “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al-Mukmin: 60)? Apakah Allah lupa pada janji-Nya? Segeralah beristighfar jika ada terbersit dalam pikiran qt tentang itu. 
Kawan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Doa salah seorang di antara kalian akan dikabulkan selama dia tidak tergesa-gesa, yaitu dengan mengatakan, ‘Aku telah berdoa namun tidak dikabulkan’”. (H.R. Al-Bukhari dan Muslim). 
Jadi bersabarlah, tetap berhusnudzon kepada Allah. Barangkali Allah hendak menghapuskan dosa2mu dengan memberimu beberapa musibah. Barangkali Allah hendak menaikkan level ketaqwaanmu dengan member ujian2 kehidupan. Barangkali Allah memberikan yang lebih baik bagimu daripada yag kamu inginkan. Barangkali Allah hendak menghindarkanmu dari keburukan yang mungkin akan terjadi jika do’amu dikabulkan. Allah Maha Tahu, sedangkan qt tidak tahu apa2.
Jadi ketika qt telah mengupayakan waktu terbaik dan adab terbaik dalam berdo’a, maka yang selanjutnya qt lakukan adalah ikhtiar dan tawakkal.
WaLlahu A’lam bishowab